Entri Populer

Kamis, 22 November 2012

6 Gagasan Jokowi yang bikin gubernur Lemhannas terkagum-kagum

R.K Community -  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji serta beberapa ahli dari Universitas Indonesia mengadakan rapat di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat. Rapat tersebut membahas gagasan-gagasan penting untuk ketahanan nasional, khususnya Ibu Kota.

Salah satu pembahasan Jokowi adalah masalah tata ruang. "Jokowi sangat sabar mengatur Jakarta yang dihuni oleh sekitar 10-11 juta penduduk. Jika Jakarta dibandingkan dengan nasional sangat penting karena kedudukan dan fungsinya yang sangat penting, sehingga kami merasa mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Gubernur DKI," kata Budi di Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

Berikut gagasan-gagasan Jokowi yang membuat gubernur Lemhannas kagum.

1. Menghentikan izin mal

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji memuji gagasan Jokowi yang akan menghentikan perizinan pembangunan mal. Jumlah mal dan lokasinya tidak tepat menjadi salah satu biang kemacetan di Ibu Kota.

"Beliau akan menghentikan izin-izin terhadap (pembangunan) mal. Beliau akan membuat public space. Tempat-tempat terbuka untuk olahraga, untuk ketemu masyarakat dengan masyarakat. Kampung-kampung akan dihidupkan kembali, tidak dihilangkan," kata Budi.

2. Mengutamakan transportasi umum

Jokowi akan mengutamakan pembangunan transportasi publik seperti Mass Rapid Transit (MRT), Monorail dan Transjakarta. "Beliau (Jokowi) menyampaikan bahwa Busway yang akan diutamakan dahulu karena sudah ada. Tahap kedua adalah monorail," kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji.

Budi mengatakan, Jokowi sudah berkali-kali berkunjung ke Lemhannas. Dia mengaku Lemhannas mendukung dan memberikan masukan-masukan dalam konteks ketahanan nasional.

3. MRT memakai produk dalam negeri

Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) menjadi pertaruhan nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Karena MRT sudah direncanakan sejak 25 tahun lalu, tapi hingga kini belum terwujud di Ibu Kota. Menurut Jokowi, return on investment masih menjadi hambatan dan dia bersikeras untuk menggunakan produk dalam negeri untuk pembangunan sarana MRT.

"Ya yang sering saya sampaikan bagaimana apa itu masalah return on investment-nya. Ini belum terjawab secara baik. Tapi tentu saja semangat yang tadi kami sampaikan ini kalau bisa produk lokalnya, produk dalam negerinya ini diikutkan. Jadi kalau memang ada barang dalam negeri bisa dipakai, kenapa pakai yang produk luar," kata Jokowi di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

4. Hapus sekat antara pemimpin dan yang dipimpin

Jokowi menggebrak dengan menghilangkan pagar pembatas antara pemimpin dengan warganya. Seperti, menemui pendemo yang melakukan orasi tentang kebijakan yang ada di Jakarta.

"Beliau (Jokowi) menyampaikan orang-orang yang demo itu kan perlu diajak dialog lebih dalam lagi. Itu kata yang betul-betul saya serap dan sangat penting buat ketahanan nasional, sesuatu yang sangat hidup dari bangsa Indonesia." ungkap Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji.

5. Pemukiman yang dekat dengan kantor

Pemukiman yang dekat dengan kantor ini masih menjadi wacana yang disampaikan Jokowi. Menurut Jokowi, hal itu yang menjadi masalah tata ruang yang menjadi perhatiannya.

"Beliau juga menyampaikan tentang tata ruang permukiman. Sehingga tidak ada orang-orang jauh dari Bekasi yang datang ke sini. Tapi kalau kantornya di dki bagaimana perumahannya itu bisa dekat ke DKI," kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji.

6. Bangun kampung modern

Jokowi menyampaikan, di beberapa negara tidak menghilangkan kawasan kampung dengan gedung-gedung tinggi. Namun meningkatkan tingkat sosial kemasyarakatannya.

"Kampung akan dihidupkan kembali, tidak dihilangkan. Kami melihat paparannya, dan kawan-kawan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang hadir di sini, sanggup untuk membantu," kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar