Entri Populer

Jumat, 23 November 2012

5 Respons kilat Jokowi selesaikan masalah Jakarta

7 Respons kilat Jokowi selesaikan masalah Jakarta 
 
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa hal melakukan langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan di Ibu Kota. Jokowi tak segan-segan turun langsung ke lapangan untuk melihat jika ada yang tidak beres.

Sebagai pejabat negara, Jokowi tidak mengenal jam kerja. Terkadang, Jokowi melakukan inspeksi mendadak (sidak) pagi, terkadang juga malam hari.

"Saya akan datang sidak bisa pagi, bisa sore, waktunya enggak tentu," kata Jokowi bulan lalu.

Dalam sehari, Jokowi bisa mendatangi banyak tempat di Jakarta. Sehari-hari waktunya habis di lapangan. Tujuannya hanya satu, ingin melihat secara langsung bila ada laporan dari masyarakat yang tidak beres.

Jokowi pun biasanya cepat bereaksi jika ada masalah Jakarta. Persoalannya apa saja, jika sudah masuk ketelinganya langsung ditanggapinya. Berikut tujuh respons cepat Jokowi:

1. Sambangi sekolah ambruk

Tidak dalam hitungan pekan, hanya dalam hitungan hari. Setelah mendengar ada laporan bahwa SDN 03 Rawamangun, Jakarta Timur ambruk saat dalam pengerjaan, Jokowi langsung meninjau lokasi.

Di sana, Jokowi melihat secara detail mengapa sekolah yang baru dibangun itu bisa ambruk. "Kita masih mencari tahu penyebabnya seperti apa, kalau memang ada kesalahan pada pembangunan, kita akan blacklist pemborongnya. Kalau terbukti salah akan kita berikan sanksi," ucap Jokowi waktu itu.

Jokowi juga akan meninjau SDN 02 Pagi Cijantung yang ambruk saat direnovasi kemarin sore, Rabu (21/11). "Tolong tulis Mas, SDN 2 Cijantung, kita periksa nanti," pinta Jokowi kepada ajudannya, Jakarta, Kamis (22/11).

"Nanti akan kita cek, ini kejadiannya hampir sama dengan SD Rawamangun kemarin, kontraktornya dan pengawasannya kurang," katanya.

2. Sidak ke RSUD

Jokowi kemarin mengunjungi Rumah Sakit Koja, Tanjung Priok Jakarta Utara. Di sana Jokowi ingin mengecek langsung pelayanannya.

Dalam kunjungannya, Jokowi melihat masih ada antrean panjang saat menunggu pengambilan obat di Rumah Sakit Koja. Pengambilan obat masih lama dan belum cepat.

"Karena yang dilayani membludak, tadi petugasnya bilang kekurangan orang ya nanti ditambah, gampang itu," kata Jokowi di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, Kamis (22/11).

Jokowi mengaku, sidaknya juga merupakan rangkaian untuk melihat realisasi Kartu Jakarta Sehat (KJS). Pelayanan kesehatan terus diupayakan agar lebih baik.

Mantan wali kota Solo ini membenarkan bahwa kapasitas ruang rawat inap di Rumah Sakit Koja masih kurang. "Ya kurang pasti, orang yang berobat ke sini ada ribuan, terus pelayanan obat masih kurang cepat. Tapi itu kami koreksi sehingga kami ubah dari kelas 2 ke kelas 3. Nanti satu-satu," jelas Jokowi.

3. Dengar keluhan warga

Akhir bulan lalu, Jokowi kedatangan banyak tamu di rumah dinasnya. Tamunya itu adalah warga Muara Angke, Kampung Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menjadi korban penggusuran. Atas persoalan ini, Jokowi langsung memerintahkan Wakil Gubernur Basuki T Purnama ke Muara Angke.

"Warga Muara Angke tadi malam sudah saya temui di rumah dinas, kemudian saya ke Tanah Abang malam tadi, dan pukul 22.00 WIB Pak Wakil Gubernur (Basuki) ke Muara Angke, ya intinya hanya masalah minta diperhatikan," kata Jokowi usai memimpin upacara Hari Sumpah Pemuda di Monas, Jakarta, Senin (29/10).

Jokowi menegaskan, warga Muara Angke tidak boleh digusur begitu saja. Pemerintah Provinsi dalam menyelesaikan masalah ini akan mencarikan solusi.

4. Hadapi buruh

Soal menghadapi demonstran yang beringas, Jokowi seperti jagonya. Saat didemo ribuan buruh di depan Balai Kota, Jokowi tampak tenang. Bahkan, Jokowi keluar dari Balai Kota dan menemui buruh yang waktu itu meminta kenaikan upah minimum provinsi.

Atau saat menemui puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Forum Mahasiswa Teknik Sipil Jakarta (FMTSJ). Jokowi pun tampak santai dan mendengarkan apa keluhan mereka soal perbaikan di Kampung Apung, Kapuk, Jakarta Barat.

Jokowi langsung menemui mereka. Sambil lesehan, Jokowi mendengarkan keluhan mahasiswa. Begitu tahu masalah Kampung Apung yang selalu terendam banjir, Jokowi segera menelepon Wali Kota Jakarta Barat. Dia meminta wali kota untuk segera menyelesaikan permasalahan Kampung Apung.

5. Cek Pintu Air Manggarai

Jokowi juga sering datang ke Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat. Di sana, Jokowi mengecek langsung alat berat yang digunakan untuk mengeruk sampah.

Apalagi saat musim hujan tiba, Jokowi sering meninjau Pintu Air Manggarai. Pada kunjungan pertamanya, Jokowi sempat duduk di pinggir sungai sambil melihat-lihat tumpukan sampah yang tertahan di Pintu Air Manggarai.

"Bukan hanya karena masalah sampah, tapi kita juga harus mencegat air dari Bogor, biar gak semuanya masuk ke Jakarta," ujar Jokowi saat melakukan sidak ke Pintu Air Manggarai, Jakarta, Sabtu (3/11).

Untuk mengantisipasi masuknya air dari kota hujan, Jokowi akan membangun Waduk di Ciawi Bogor. Waduk ini diharapkan mengalihkan aliran air dari Bogor ke Jakarta.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar