Entri Populer

Selasa, 04 Desember 2012

Lima ide gila buat Jokowi


Lima ide gila buat Jokowi 
 
R.K Community - Gebrakan Gubernur DKI Joko Widodo selalu ditunggu banyak pihak yang ingin kondisi ibu kota menjadi lebih baik. Gebrakan mantan Wali Kota Surakarta itu pun setiap hari menjadi sorotan.

Setelah 49 hari berkuasa, banyak bermunculan saran atau sumbangan ide bagi Jokowi untuk mengatasi persoalan krusial terutama kemacetan Jakarta yang kerap membuat jutaan penduduk frustrasi. Beberapa saran memang rasional dan patut dicermati. Namun sebagian lagi terdengar sensasional, bahkan gila, bila benar-benar direalisasikan. Istilah ide gila ini dikeluarkan oleh Kepala Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soritaon Siregar. Dia menyebut ide gila karena memang butuh upaya keras untuk merealisasikan.

Bila Jokowi sampai menerima ide-ide tersebut begitu saja, potensi protes sampai hambatan infrastruktur menghadang. Apa saja ide tak lazim itu? Berikut daftarnya:

1. Kenaikan PBB 10 kali lipat

Warga kelas menengah yang memiliki rumah tinggal di kawasan strategis perkantoran dan bisnis dianggap membuat banyak keluarga lain, terutama dari kalangan menengah ke bawah kehilangan kesempatan memiliki rumah laik huni dekat tempat kerja. Akibatnya, mereka harus hidup sebagai penglaju karena berumah di Bekasi, Depok, atau Bogor.

Demikian anggapan Kepala Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soritaon Siregar. Karena itu, baginya langkah paling jitu adalah "memindahkan" warga kelas menengah dari kawasan strategis di jantung kota. "Supaya orang menengah ke atas tidak lagi di pusat kota, naikkan PBB-nya kalau perlu sampai 10 kali lipat, nanti kan lama-lama dia keluar," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (3/12).
 

2. Bangun rusunawa di kawasan bisnis

Ide nyleneh selanjutnya kembali datang dari Kepala PIP Soritaon Siregar. Dia menambahkan gagasan mengusir warga kelas menengah dari kawasan bisnis perlu diseriusi jika Jokowi mengalami kendala kekurangan lahan membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

"Pemprov (DKI) katanya ingin bangun 50 tower rusunawa, kalau DKI enggak punya lahan, naikkan saja PBB-nya di kawasan bisnis, kalau perlu naikkan 10 kali lipat," ujar Soritaon.

Bila pajak sudah dinaikkan dan warga kelas menengah atas keberatan lalu pergi dari lokasi strategis ibu kota, bekas lahan tersebut bisa dipakai buat membangun rusunawa.

Soritaon memperkirakan tidak akan ada lagi penglaju dari luar kota masuk ke Jakarta setiap hari, sebab mereka tinggal di rusunawa dekat lokasi bekerja sehari-hari. Selain itu, problem rumah-rumah di bantaran Sungai Ciliwung sekaligus teratasi.

"Jadi Kita bangun rusunawa di (bekas lahan) itu untuk kelas menengah bawah, akhirnya tidak terjadi transportasi dari timur ke barat (Jakarta), semua penduduk bantaran kali juga bisa tinggal di rusunawa," paparnya.
 

3. Atur jalan berdasarkan warna mobil

Gagasan ini tidak baru, karena sang pencetus ide Peter F. Gontha dua tahun lalu sudah memberikan sarannya pada gubernur terdahulu Fauzi Bowo. Rupanya, setelah kepemimpinan berganti, ide yang disebutnya "solusi jangka pendek untuk kemacetan" ini kembali ditawarkan.

Ide itu diusulkan memang tidak kepada Jokowi langsung, tapi Peter mempresentasikannya kepada Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bulan lalu.

Gagasan Peter prinsipnya adalah larangan melintasi kawasan rawan kemacetan bagi mobil berwarna tertentu. Contohnya, mobil putih dan hitam hanya bisa masuk ke jalan-jalan rawan macet pada hari senin-rabu-jumat, dan mobil berwarna lain pada hari selasa-kamis. Belum jelas apakah duet pimpinan DKI mempertimbangkan saran dari pengusaha kawakan tersebut.
 

4. Jalan tol contraflow permanen

Ide nyeleneh lama yang ingin dihidupkan lagi adalah sistem lawan arah (contraflow) untuk tol Cibubur-Semanggi. Kali ini yang mengusulkan adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan, tidak lama setelah Jokowi resmi memenangkan Pilgub empat bulan lalu.

Namun berbeda dari sistem lawan arah dari pukul 06.00 sampai 10.00 yang dilakukan PT Jasa Marga di tol Jakarta-Tangerang 10 tahun lalu. Dahlan kali ini ingin agar tol dengan sistem lawan arah dipermanenkan. Jalurnya dari Cimanggis ke Senayan sepanjang 23 kilometer.

Persoalan biaya sampai hambatan infrastruktur membuat ide ini nyaris muskil diwujudkan. Namun Dahlan yakin proyek ini akan mengurai kemacetan Ibu Kota selama ini.

"Jalan tol contra flow kita juga akan propose kembali," ujarnya saat itu.

5. 24 underpass di jalur KRL

Menteri BUMN Dahlan Iskan juga pernah menyampaikan ide khusus kepada Jokowi. Di antaranya membangun 24 underpass yang dilintasi kereta rel listrik (KRL). Proyek underpass ini diyakini sebagai salah satu solusi mengurangi potensi kemacetan di Jakarta, khususnya di jalan yang dilalui perlintasan kereta. "Bagaimana agar pemda DKI segera membangun underpass dan BUMN akan membantu pemda," papar Dahlan.

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar